Minggu, 04 Januari 2009

Sejumlah negara langsung bereaksi melihat serangan brutal rezim Zionis Israel ke Jalur Gaza. Uni Eropa, Rusia Perancis mendesak Israel untuk menghentikan serangannya. Inggris menyatakan keprihatinannya, sedangkan AS meminta Israel agar menghindari jatuhnya korban di kalangan warga sipil di Gaza.

"Rusia meyakini, pentingnya menghentikan segera serangan luas ke Jalur Gaza yang telah menimbulkan banyak korban jiwa dan penderitaan bagi rakyat Palestina," kata Menlu Rusia dalam pernyataannya hari Sabtu (27/12).
Di Prancis, Presiden Nicolas Sarkozy mendesak Israel untuk menghentikan pengerahan pesawat-pesawat tempurnya yang telah membombardir markas-markas Hamas dan kantor-kantor polisi di Gaza. Meski demikian, Sarkozy dalam pernyataannya terkesan menyalahkan Hamas sebagai biang keladi atas serangan Israel ini.

[pisah]
"Presiden Prancis mengungkapkan keprihatinan yang dalam atas eskalasi kekerasan di selatan Israel dan di Jalur Gaza. Ia mengutuk keras provokasi yang tidak bertanggung jawab yang menyebabkan situasi ini terjadi dan penggunaan kekerasan yang berlebihan," demikian pernyataan yang dirilis kantor Sarkozy.

Sementara dari dunia Arab, pemimpin Libya Muammar Gaddafi yang pertama kali melontarkan kecaman atas serangan brutal Zionis Israel ke Jalur Gaza. Ia menyerukan dunia Arab mengambil sikap tegas terhadap Israel dan mendesak agar perbatasan-perbatasan di Gaza dibuka.

Sementara itu, helikopter-helikopter Israel masih melayang-layang diatas wilayah Gaza setelah membantai lebih dari 180 warga Gaza. Dipekirakan jumlah warga Gaza yang gugur syahid akan bertambah karena masih ada ratusan orang yang mengalami luka-luka berat dan ringan.

Pada saat yang sama, militer Israel menyatakan masih akan melakukan operasi militer lagi ke Gaza dan kemungkinan serangan yang akan dilakukan lebih besar dari serangan hari ini. Israel menargetkan serangannya ke utara dan selatan Gaza, terutama kota Khan Younis dan Rafah yang diklaim sebagai basis utama Hamas.

BBC melaporkan, rumah-rumah sakit di Gaza penuh dengan para korban. Padahal rumah-rumah sakit itu tidak memiliki banyak persediaan obat-obatan akibat blokade Israel ke Jalur Gaza. Sedangkan masjid-masjid di Gaza melalui pengeras suara menghimbau warga Gaza yang selamat untuk mendonorkan darahnya guna membantu para korban luka.


Duka Gaza adalah duka bagi umat Islam sedunia. Menjelang tahun baru umat Islam, saudara-saudara kita dizalimi oleh rezim ilegal Zionis Israel. Selayaknya kita memanjatkan doa buat warga Gaza dan merenungkan kembali seberapa jauh kita mengingat penderitaan saudara seiman kita di Jalur Gaza.

Mufti Republik Mesir, Dr. Ali Jum’ah mengecam keras pembantaian yang dilakukan Israel terhadap penduduk Gaza dan menyatakannya sebagai tindakan biadab.
Kepada koran harian Misr El-Youm (28/18/08) Dr. Ali Jum’ah mengutarakan, "Tindak kriminal yang dilakukan Israel atas warga Gaza merupakan pelanggaran yang paling keji terhadap kemanusiaan. Israel harus menghentikan segala aksi biadabnya terhadap warga Palestina, anak-anaknya, perempuan, dan orang tua."

Dr. Ali Jum’ah menambahkan, "Seluruh dunia pernah mengecam Nazi karena tindakan kejinya membantai Yahudi. Kini pembantaian keji itu terulang di Palestina yang ditentang oleh seluruh agama, Islam, Kristen, Yahudi, seluruh agama timur, dan ditentang oleh seluruh bani Adam yang berakal."

Dalam kesempatan itu Dr. Ali Jum’ah juga meminta kepada seluruh organisasi internasional agar serius dalam menjalankan seluruh keputusannya terkait penghentian penjajahan yang dilakukan Israel, serta melaksanakan seluruh isi deklarasi HAM yang menentang pembantaian dan kekejian."

Dr. Ali Jumah juga menyeru seluruh umat Islam dunia untuk bersatu menghadapi Israel. Beliau mengatakan, "Ini adalah fardhu ‘ain bagi setiap umat Islam, baik pemimpin maupun rakyat biasa. Tidak hanya diam di hadapan bala dan musibah besar ini."

Pemimpin Umum Majma' Al-Buhust Al-Islami Mesir, Syekh Ali Abdul Baqi hampir tidak percaya terhadap kondisi buruk yang menimpa Gaza dengan mengatakan, "Di mana Arab? Di mana mata hati dunia di hadapan pembantaian massal seperti ini?" (MYJ/Sumber-Koran harian Misr El-Youm (MEL). Kiriman dari Muhammad Yasin, Cairo Mesir

Pembantaian yang dilakukan oleh Israel terhadap penduduk Palestina di Jalur Gaza ternyata sudah dipersiapkan sejak 6 bulan yang lalu. Termasuk juga Israel sudah mengantisipasi respon internasional akan invasi biadabnya itu. Israel memproyeksikan penyerangannya itu serupa invasi AS ke Iraq. Demikian dituturkan oleh Hareetz—salah harian dan media online terbesar di Israel.

“Persiapan yang panjang, pengumpulan informasi yang saksama, penipuan publik dan operasional—semua ini sudah dirancang oleh Departemen Pertahanan Israel pada operasi menumpas Hamas di Jalur Gaza.” Papar harian itu.

Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak, sebenarnya sudah menawarkan rencananya itu 6 bulan lalu, walaupun ketika itu Israel sedang beregosiasi dengan Hamas dan faksi lain tentang rencana gencatan senjata. Ehud Barak langsung memimpin sebuah operasi intelijen segala sesuatu akan data Hamas yang meliputi persediaan senjata kamp latihan, dan pejabat teras Hamas dan faksi lainnya.

Pesawat tempur Israel menghajar sebuah truk minyak yang sedang melaju di luar Rafah dekat perbatasan Mesir pada Sabtu pagi (27/12). Beberapa orang langsung tewas, sementara sisanya semua luka-luka parah. Malamnya, pesawat perang menggempur lewat serangan udara di sekitar kawasan Rumah Sakit Shifa dan Stasiuin TV Al Aqsha.

Semuanya itu persis yang sudah direncanakan 6 bulan tersebut. Malam itu, tak kurang dari 20 serangan udara yang sadis dilakukan oleh Israel. Adapun Jalur Gaza yang dipilih sebagai sasaran teror karena wilayah ini yang paling padat penduduknya. Laporan terbaru yang dilansir Palang Merah Internasional dan Reuters, 290 orang telah tewas akibat serangan ini.

Mayor Jenderal Yoav Galant, Panglima operasi ini mengatakan bahwa operasi ini bertujuan untuk mengembalikan Gaza ke masa lalu dengan korban sebanyak-banyaknya, tak peduli wanita, anak-anak ataupun orang tua.


PERNYATAAN DEWAN PENGURUS PUSAT RABITHAH ALAWIYAH


Dewan Pengurus Pusat Rabithah Alawiyah mengutuk keras atas pembantaian secara brutal dan tidak berperikemanusiaan yang dilakukan oleh zionis Israel terhadap pemukiman rakyat Palestina di Jalur Gaza sejak akhir pekan lalu sampai dengan hari ini sehingga berakibat jatuhnya banyak korban jiwa rakyat sipil yang tidak berdosa dan kerugian harta benda yang tidak terhingga nilainya.

Penyerangan ini tidak dapat ditolerir juga tidak boleh dibiarkan begitu saja, dengan arogan memborbardir negara berdaulat Palestina tanpa mengindahkan hukum internasional yang harus ditegakkan dan ditaati bersama oleh setiap negara di muka bumi tanpa terkecuali.

Kami Dewan Pengurus Pusat Rabithah Alawiyah sangat prihatin atas kebrutalan dan kekejian tersebut di atas, untuk itu kami memohon kepada pemerintahan Republik Indonesia agar mendesak Dewan PBB untuk segera melakukan sidang darurat serta mengambil tindakan tegas terhadap zionis israel sehingga dapat segera memberhentikan serangan tersebut dan memberikan sangsi yang setimpal kepada zionis Israel.

Demikian pernyataan ini kami sampaikan mohon dapat ditindak lanjuti sebagaimana mestinya.


Jakarta, 30 Desember 2008

Hormat kami,

Dewan Pengurus Pusat Rabithah Alawiyah

0 komentar:

About This Blog

About This Blog

  © Free Blogger Templates Spain by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP